Pengertian Siklus Akuntansi dan Pengantar Akuntansi Dasar

  • 2 min read
  • Mei 31, 2019

Pengertian Siklus Akuntansi –  Bagi Anda yang suka dengan pelajaran hitung-hitungan, maka sudah akrab dengan keilmuan satu ini. Secara harfiah pengertian akuntansi adalah sebuah keilmuan yang bertugas mengelola sebuah data keuangan, sehingga dapat mudah dipahami. Ilmu perhitungan seperti ini sangat dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Terutama untuk mensupport aktivitas perbankan yang notabene memiliki kesibukan dalam transaksi data-data keuangan.

Ilmu perhitungan ini juga memiliki siklus dan sejarahnya tersendiri sehingga mampu dikenal maupun dipelajari oleh orang banyak. Secara etimologi, Akuntansi adalah bahasa lain dari kata Accounting atau Accountancy yang memiliki makna mencatat, mengolah, dan seterusnya. Lalu bagaimanakah sebenarnya siklus akuntansi ?

Kegiatan mencatat maupun mengolah tersebut biasanya berkaitan dengan sistem keuangan. Sehingga dengan menggunakan ilmu ini, maka sebuah lembaga dapat lebih optimal dalam memanajemen keuangannya. Dalam pelaksanaannya, ilmu Accountancy ini memiliki siklus yang terbagi ke dalam beberapa tahap, yaitu sebagai berikut.

Siklus Akuntansi :

1. Tahap Pendataan dan Pengklasifikasian
Tahap yang pertama dalam siklus Akuntansi adalah proses pendataan dan pengklasifikasian data transaksi keuangan yang terjadi. Proses pada tahap ini harus dilakukan dengan teliti berdasarkan bukti-bukti transaksi, sehingga data yang diperoleh adalah data real dan sesuai fakta lapangan. Dengan demikian proses penganalisaan selanjutnya akan dapat dilakukan dengan optimal.

2. Tahap Penganalisaan
Tahapan ke dua dari Siklus Akuntansi adalah tahapan penganalisaan data-data yang telah dikumpulkan dan diklasifikasikan. Setelah data berhasil diklasifikasikan, maka selanjutnya data di analisa dengan cara membuat ringkasan dari data-data transaksi tersebut. Pada tahapan ini juga ada beberapa langkah yang harus ditempuh, seperti membuat rancangan neraca saldo, membuat jurnal penyesuaian dan seterusnya. Semua hal itu sesuai dengan ketentuan yang berlaku pada keilmuan Akuntansi dasar.

3. Tahap Pelaporan
Tahap ke tiga dari Siklus Akuntansi ini adalah tahapan pembuatan laporan data-data transaksi keuangan yang telah dianalisa sebelumnya. Laporan tersebut meliputi beberapa hal, seperti laporan kerugian, laporan kondisi permodalan, dan beberapa bentuk laporan lainnya. Sehingga melalui laporan tersebut, seorang manajer dapat memahami bagaimana dinamika transaksi yang terjadi pada lembaganya.

Di samping memiliki siklus, Akuntansi juga memiliki sejarahnya tersendiri. Keilmuan ini digadang-gadang berawal pada peluncuran sebuah buku oleh L. Pacioli pada tahun 1494. Sala satu isi dari buku tersebut memuat tentang bagaimana membentuk sebuah sistem pembukuan secara berpasangan. Hal ini terus berkembang, terlebih setelah berlangsungnya perah dunia yang ke-2. Kemudian dikenal pula beberapa sistem, salah satu sistem yang cukup dikenal secara luas ialah sistem anglo saxon. Banyak pihak yang lebih berminat menggunakan sistem accounting ini karena lebih mudah dan efektif dalam mengelola data-data transaksi mereka.

Di Indonesia sendiri, sejarah Akuntansi di mulai pada tahun 1960-an. Sebelum mengenal keilmuan ini, Indonesia menggunakan metode Kontinental dalam proses pengelolaan data transaksi keuangan. Barulah ketika ilmu accounting ini diperkenalkan, Indonesia mulai beranjak menggunakan sistem anglo saxon. Selanjutnya hal tersebut terus berkembang dengan mulai maraknya penanaman modal oleh perusahaan-perusahaan asing ke Indonesia. Selain itu dengan adanya para pelajar Indonesia yang menempuh pendidikan ke luar negeri kala itu, juga turut serta mempengaruhi perkembangan keilmuan ini. Pada akhirnya ilmu accounting ini mendapatkan tempatnya sendiri di Indonesia yang dikenal dengan istilah PSAK.

Itulah tadi beberapa informasi terkait pengertian Akuntansi, beserta siklus dan sejarahnya. Bagi Anda yang berminat mempelajari lebih lanjut tentang keilmuan ini, Anda dapat membaca buku-buku pengantar Akuntansi yang banyak beredar di pasaran. Demikianlah, semoga informasi mengenai pengertian siklus akuntansi ini dapat berguna bagi Anda.