Pengertian Peribahasa Beserta Contoh Peribahasa Jawa dan Sunda

  • 2 min read
  • Jun 30, 2019

Pengertian Peribahasa – Anda pasti sudah tidak asing lagi dengan yang namanya peribahasa Indonesia? Setiap daerah memiliki istilah tersebut, tak terkecuali Jawa dan Sunda sebagai suku terbesar di Indonesia. Tahukah Anda apa pengertian peribahasa? Peribahasa atau yang juga dikenal sebagai pepatah adalah kelompok kata ataupun kalimat yang memiliki maksud dan makna tertentu. Bisa dibilang pepatah adalah ungkapan tersirat atau tidak langsung.

Dalam kalimat tersebut terdapat pesan yang harus dipahami oleh pembaca itu sendiri. Kalimat yang tertulis disanapun bisa mengungkapkan mengenai perbuatan atau tingkah laku manusia.

Ciri Ciri Peribahasa

Peribahasa Indonesia memiliki ciri-ciri yaitu strukturnya yang tetap dan tidak bisa diganti. Peribahasa dan artinya mempunyai tujuan untuk menyindir seseorang dalam olahan kata-kata yang indah. Kalimat dalam peribahasa biasanya enak didengarkan, berima, dan tidak menyiratkan sindiran yang terlalu kentara. Kalimatnya bahkan dibuat dari pandangan semesta ataupun peristiwa di sekitar masyarakat itu sendiri. Dengan untaian kalimat yang indah tersebut maka pepatah bisa diingat dan diajarkan secara turun temurun.

Jenis Jenis Peribahasa

Terdapat enam jenis peribahasa Indonesia, yaitu bidal atau pameo, pepatah, perumpamaan, ungkapan, tamsil atau ibarat, serta semboyan. Bidal sendiri merupakan pepatah yang memiliki ungkapan baik itu ejekan, peringatan, maupun sindiran

Contoh peribahasa bidal yang terkenal adalah malu bertanya sesat di jalan. Sementara pepatah memiliki ajaran ataupun nasehat dari orang tua dan berguna untuk mematahkan lawan bicara Anda. Misalnya sedikit-sedikit lama-lama jadi bukit.

Sedangkan perumpamaan memiliki pengertian sebagai pepatah yang berisi ungkapan kelakuan seseorang dengan membandingkannya dengan alam. Penggunaan perumpamaan diawali dengan memakai kata bak, seperti, bagaikan, dan sejenisnya.

Seperti misalnya bagai pinang dibelah dua. Kemudian untuk pepatah jenis keempat, ungkapan, adalah kata-kata kiasan mengenai keadaan seseorang. Misalnya saja kabar angin, rendah hati, panjang tangan.

Selanjutnya ada ibarat atau tamsil yang berguna untuk membandingkan dua hal. Contohnya adalah tua tua keladi, makin tua makin jadi. Lalu yang terakhir ada semboyan yang merupakan sekumpulan frasa yang berguna untuk pedoman.

Contoh dari semboyan adalah rajin pangkal pandai yang memiliki arti peribahasa jika orang rajin mengerjakan sesuatu dan tidak pernah berhenti berusaha maka ia akan menjadi pandai dan mendapatkan hasil yang maksimal.

Pepatah sendiri berlaku di banyak daerah di Indonesia. Suku-suku di Indonesia juga memiliki pepatah masing-masing. Misalnya saja suku Jawa. Peribahasa Jawa sedikit berbeda dari peribahasa berbahasa Indonesia

Contoh Peribahasa Jawa

Bisa dibilang pepatah Jawa itu sedikit ringkas dan tidak menggunakan banyak kata. Selain itu akhirannyapun mirip dengan pantun dimana huruf di akhir kata akan sama. Contoh dari pepatah Jawa adalah Adigang Adidung Adiguno Adiwacara yang memiliki arti orang yang menyombongkan segala yang dimilikinya.

Lalu ada pula ala lan becik iku gandhengane, kabeh kuwi saka karsaning Pangeran. Artinya adalah buruk dan baik itu saling berkaitan. Segalanya adalah kehendak Tuhan.

Selain Jawa, ada juga peribahasa Sunda atau yang biasa disebut dengan jeung paribasa. Jeung paribasa tidak berbeda dari pepatah lain di Indonesia. Masing-masing memiliki makna tersendiri.

Contoh Peribahasa Sunda

Salah satu contohnya adalah labuh diuk tiba neundeut yang memiliki arti orang yang sama sama bersalah dan juga sama sama celaka. Contoh lainnya adalah lain bantrak bantrakeun yang artinya tak tertandingi atau tak ada yang dapat mengalahkan.

Demikian sedikit informasi mengenai pengertian peribahasa beserta contoh peribahasa dalam bahasa Jawa dan Sunda. Karena banyaknya peribahasa Indonesia, maka Anda juga jangan malas untuk mempelajarinya dan mengajarkannya pada orang-orang sekitar. Dengan begitu Anda bisa membantu melestarikannya.

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *