Pengertian Belajar , Macam Macam Teori Belajar dan Contohnya

  • 2 min read
  • Mei 26, 2019

Pengertian Belajar – Pembelajaran yang terjadi di sekolah melibatkan interaksi antara guru dan murid, serta sesama pelajar. Proses  belajar akan terjadi jika terjadi perubahan yang dialami oleh siswa melalui berbagai cara yang diajarkan. Hasilnya bisa perilaku yang baik atau sebaliknya. Karena itulah tugas pengajar harus dijalankan semaksimal mungkin untuk memberikan konsep teori belajar yang baik dan efektif agar hanya pengalaman baiklah yang didapatkan. Pengawasan dan bimbingan menjadi cara mutlak yang harus dilakukan.

Secara umum pengertian belajar adalah proses perubahan tingkah laku yang dilakukan secara sadar, baik yang diperoleh melalui latihan ataupun pengalaman. Setiap terjadi proses ini akan didapatkan pengetahuan baru. Tidak hanya pada perilaku saja, melainkan juga pola pikir dan kepribadian. Untuk memudahkan mengetahui tentang teori belajar, berikut akan dijelaskan jenis dan juga contohnya:

Macam-macam Teori Belajar

Kognitivisme

Dalam teori ini ditekankan bahwa belajar adalah proses berpikir dimana siswa mencoba menemukan hal baru yang berkaitan dengan pengalaman lama yang sudah didapatkan. Contohnya adalah dalam diskusi sebuah materi. Disini siswa diberi kesempatan untuk  belajar memecahkan masalah secara berkelompok. Hasil pengalaman yang didapatkan akan lebih bertahan lama karena diperoleh dengan cara sendiri.

Konstruktivisme

Pengertian belajar sejatinya sangat luas tidak hanya mengenai guru mengajar di kelas dan murid mengerjakan tugas. Dalam teori ini, murid akan diajarkan bagaimana cara menemukan pengetahuan secara individual. Peran aktif sangat diperlukan. Ini sangat tepat untuk merangsang kecerdasan masing-masing individu. Penerapannya misalnya pada saat pelajaran geografi dimana setiap pelajar harus menunjukkan lokasi sebuah negara di peta. Sistem lebih berpusat pada personal bukan perkelompok.

Behaviorisme

Pengertian hasil belajar menurut teori ini adalah pada perubahan perilaku yang akan mempengaruhi psikologi siswa. Tidak hanya cara berpikir dan hasil bagus saja yang diperhatikan. Mental juga harus dibangun. Pengajar harus mampu memupuk keberanian agar semua siswa aktif dalam proses belajar. Misalnya pengajar sengaja memberikan pertanyaan dan bagi murid yang berani menjawab akan mendapatkan reward. Kondisi ini akan melatih keaktifan dan keberanian.

Kegiatan mengajar di sekolahan tidak hanya melibatkan fungsi guru sebagai pengajar dan murid sebagai penerima informasi saja. Banyak hal yang mempengaruhi, salah satunya adalah fasilitas. Faktor penunjang ini sangat signifikan pengaruhnya terhadap prestasi siswa. Semakin lengkap fasilitas yang dimiliki maka semakin memudahkan penyaluran pengetahuan. Dan guru pun bisa menerapkan dan mengembangkan metode mengajar yang mereka miliki tanpa adanya keterbatasan.

Lingkungan sekitar juga bisa memberikan efek positif ataupun sebaliknya. Beberapa ahli berpendapat bahwa pengertian prestasi belajar tidak hanya nilai saja, tetapi juga penampilan dan perilaku yang ditunjukkan siswa  dalam proses KBM. Kondisi yang tenang, akan memudahkan siswa dalam menyerap ilmu yang disampaikan. Sebaliknya kondisi bising akan membuat mereka susah berkonsentrasi.

Kondisi fisik siswa juga bisa mempengaruhi prestasinya. Dalam kondisi capek, akan sulit mengikuti pelajaran yang disampaikan. Solusinya adalah dengan mengatur jadwal mapel yang tepat. Pihak sekolah harus memperhatikan pembagiannya dengan benar. Jangan sampai hasil pembelajaran menurun hanya karena kondisi murid yang terlalu dipaksa untuk menerima pelajaran yang berlebih.

Setelah mengetahui macam macam teori belajar dan pengertian belajar menurut para ahli, semoga bisa memberikan gambaran mengenai cara agar dapat meningkatkan prestasi. Dan bagi guru, supaya bisa memberikan ide mengenai teknik

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *