Otonomi Daerah Adalah? Pengertian, Tujuan, Asas, dan Prinsipnya

  • 2 min read
  • Mei 27, 2019

Otonomi Daerah – Dari sejumlah negara yang menganut sistem otonomi daerah, Indonesia adalah salah satunya. Pelaksanaan tersebut telah diberlakukan sejak tahun 1999. Dengan adanya kebijakan peraturan tersebut maka diharapkan bisa membantu dan memudahkan urusan penyelenggaraan Indonesia. dengan begitu maka daerah akan punya hak untuk mengatur wilayah tersebut walaupun masih dalam kontrol pemerintah pusat serta UU yang berlaku. Lalu apa sebenarnya pengertian dari otonomi tersebut?

Pengertian Otonomi Daerah

Otonomi daerah adalah sebuah hak, kewajiban, serta wewenang daerah otonom yang bertujuan untuk mengatur segala urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakatnya secara sendiri berdasarkan dengan peraturan perundang-undangan atau UU otonomi daerah yang berlaku. Pengertian otonomi daerah tersebut juga berarti sebuah wewenang untuk mengurus secara mandiri wilayah setiap daerah, menggali potensi di tiap daerah dan memanfaatkannya dengan baik.

Daerah sendiri adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah tertentu. Pembentukan daerah otonomi baru ditetapkan dengan landasan hukum dan UU otonomi daerah. Selain itu dengan adanya otonomi daerah maka dapat menjadi kesempatan bagi pemerintah daerah untuk membuktikan kemampuan dalam pelaksanaan wewenang yang menjadi hak dari setiap daerah.

Tujuan Otonomi Daerah

Pembentukan daerah otonomi baru ditetapkan dengan tujuan tertentu. Berikut adalah tujuan otonomi daerah yang berguna bagi masyarakat :

  • Mengembangkan kehidupan agar lebih demokrasi.
  • Menaikkan pelayanan masyarakat agar makin baik.
  • Sebagai sarana untuk pemerataan setiap daerah.
  • Membangun keadilan nasional.
  • Membangun kreativitas dan prakarsa.
  • Menaikkan peran keterlibatan warga masyarakat.
  • Memajukan pemberdayaan masyarakat di tiap daerah.
  • Mengembangkan tugas dan fungsi DPRD di tiap daerah.
  • Memelihara hubungan pusat dan daerah, beserta antardaerah sebagai bagian dari menjaga keutuhan NKRI.

Setelah mengetahui tujuan otonomi daerah tersebut maka perlu juga memahami jika pengertian otonomi daerah itu mencakup pula prinsipnya. Setiap otonomi pasti memiliki prinsip. Prinsip dari otonomi daerah adalah dengan memakai prinsip otonomi nyata, seluas-luasnya, serta bisa bertanggung jawab.

Prinsip Otonomi Daerah

Berikut akan dijelaskan prinsip otonomi daerah dengan detail :

  • Seluas-Luasnya

Prinsip yang pertama adalah seluas-luasnya. Itu berarti setiap daerah mendapatkan kebebasan untuk mengatur dan mengurus segala urusan pemerintahan yang berhubungan dengan kewenangan di bidang pemerintahan. Yang tidak bisa diatur di otonomi daerah yaitu dari aspek agama, politik luar negeri, peradilan, keamanan, fiskal nasional, serta moneter.

  • Nyata

Prinsip otonomi daerah nyata memiliki arti yakni daerah akan mendapat kebebasan untuk mengatur urusan pemerintahan berdasarkan dari wewenang, kewajiban, serta tugas yang sudah ada dan memiliki potensi tumbuh, berkembang, serta sesuai dengan ciri khas dan potensi dari suatu wilayah.

  • Bertanggung Jawab

Prinsip yang satu ini memiliki arti dimana otonomi daerah di penyelenggaraannya haruslah sejalan dengan tujuan yang sudah ada dari pemberian otonomi tersebut. Pada dasarnya tujuan utamanya adalah sebagai sarana pemberdayaan daerah serta menaikkan kesejahteraan warga masyarakatnya.

Setelah mengetahui pengertian otonomi daerah, tujuan, dan prinsipnya, ada satu lagi yang harus diketahui yaitu asasnya. Adapun asas otonomi daerah sendiri didasarkan pada UU. Asas yang menjadi pedoman penyelenggaraannya antara lain asas kepastian hukum, asas tertib penyelenggara, asas kepentingan umum, asas keterbukaan, asas proporsinalitas, asas profesionalitas, asas akuntabilitas, serta asas efisiensi dan efektivitas.

Lalu untuk menyelenggarakan otonomi tersebut harus juga didasari oleh 3 asas yang tak kalah penting. Asas otonomi daerah tersebut antara lain asas desentralisasi, asas dekonsentrasi, serta asas tugas pembentukan. Demikian penjelasan mengenai pengertian, tujuan, asas, serta prinsip dari otonomi daerah.

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *