Norma Kesopanan: Pengertian dan Contoh Pelanggaran

  • 2 min read
  • Mei 31, 2019

Norma kesopanan merupakan bentuk aturan yang didasarkan pada pergaulan suatu kelompok tertentu. Pengertian norma kesopanan lainnya adalah suatu norma yang didasarkan pada tingkah laku di masyarakat. Contoh norma kesopanan yaitu cara berpakaian, cara makan, cara minum, cara bergaul, dan cara berbicara. Norma-norma tersebut bersifat relatif karena tergantung dengan pergaulan dan kebiasaan di masing-masing tempat. Hal yang wajar dapat menjadi tidak wajar bahkan tidak sopan di suatu daerah karena norma-norma ini.

Pengertian Norma Kesopanan Menurut Para Ahli

Pengertian norma kesopanan lebih ditekankan pada sikap dan perilaku individu sehingga tidak mendapat celaan dan tidak mendapat predikat tidak sopan atau kurang sopan. Norma kesopanan sendiri didasarkan pada keyakinan masyarakat tertentu. Norma ini juga cenderung mengatur tentang baik ataukah buruk, pantas ataukah tidak pantas berdasarkan tolok ukur masyarakat tertentu. Contoh norma kesopanan dapat berupa upacara adat yang dihadiri oleh masyarakat sekitar, jika ada yang tidak menghadiri maka akan dianggap tidak pantas.

Gambar norma kesopanan menunjukkan tata cara yang dianggap tidak pantas dilakukan di lingkungan tertentu. Biasanya jika melanggar norma ini belum tentu melanggar norma hukum. Karena norma ini hanya mengikat di lingkungan tertentu. Gambar norma kesopanan dapat berupa gambar pemakaian baju adat atau baju pernikahan di daerah tertentu.

Contoh Norma Kesopanan

Pelanggaran norma kesopanan terjadi jika seseorang berperilaku tidak pantas menyalahi norma kesopanan yang berlaku di daerahnya baik sengaja maupun tidak sengaja. Pelanggaran norma kesopanan yang dilakukan atas dasar ketidaksengajaan tetap saja dianggap berperilaku tidak pantas. Sehingga sebaiknya mengetahui adat-istiadat dan kebiasaan orang sekitar agar selalu menjunjung tinggi aturan kesopanan di daerah tersebut. Contoh norma kesopanan yang dilanggar adalah di saat makan tidak boleh bersuara dan berbicara di adat Jawa.

Norma kesopanan dapat membentuk individu menjadi individu yang lebih baik dalam bergaul dan berperilaku. Contoh pelanggaran norma kesopanan adalah berbicara tidak dengan bahasa halus dan karma kepada yang lebih tua di Jawa, tidak mengucapkan permisi saat melintasi kerumunan orang, saat berjalan melintasi orang yang duduk tidak membungkukkan badan dan lain sebagainya. Contoh pelanggaran norma kesopanan ini tidak berlaku di daerah lainnya, misalnya saat melintasi orang yang duduk-duduk cukup menebar senyum sudah dianggap sopan.

Tujuan Norma Kesopanan

Norma kesopanan terbentuk dan terpelihara sejak jaman dahulu. Norma ini dapat berkembang dan berubah seiring dengan perkembangan jaman. Norma ini dibangun dengan tujuan tertentu. Tujuan norma kesopanan adalah untuk tercapainya masyarakat yang tertib. Karena asal usul norma ini karena kekuasaan luar yang memaksa sehingga tujuan norma kesopanan juga agar tercermin perbuatan konkret masyarakat yang menjunjung aturan kesopanan.

Sanksi norma kesopanan tidaklah tertulis dengan jelas seperti norma hukum dan norma agama. Sanksi norma kesopanan hanyalah mendapatkan celaan tidak sopan dari masyarakat dan dapat juga dikucilkan dari kehidupan bermasyarakat. Hal ini dapat dinamakan sanksi sosial. Di daerah tertentu, sanksi dari norma tentang kesopanan juga dapat lebih berat, misalnya diarak berjalan mengelilingi.

Fungsi Norma Kesopanan

Fungsi norma kesopanan adalah untuk memaksa masyarakat dalam berperilaku sesuai dengan kaidah dan tata cara di dalam masyarakat. Fungsi norma kesopanan juga untuk menjaga tenggang rasa dan solidaritas dalam masyarakat. Pemberian batasan dalam berperilaku juga merupakan fungsi adanya norma dari kesopanan.

Norma kesopanan antara daerah satu dengan yang lain biasanya relatif beda. Sehingga lebih baik meneliti dahulu norma-norma dan adat istiadat daerah tersebut. Terutama jika berkunjung ke daerah asing. Akan lebih baik meneliti apa yang boleh dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan di daerah tersebut. Lebih baik menjunjung tinggi norma-norma yang berlaku dimana kaki berpijak.

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *