Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) Adalah ? Pengertian Ciri dan Dampaknya

  • 2 min read
  • Mei 31, 2019

Masyarakat Ekonomi Asean – MEA, pernahkah Anda mendengar istilah ini? Berdasarkan sejarahnya. MEA adalah sebuah gagasan yang berawal dari pertemuan KTT tahun 1977. Kemudian pada pertemuan selanjutnya (Tepatnya pada Tahun 2006), MEA kembali di rumuskan dengan target dan tujuan yang lebih terarah. Barulah pada tahun 2007 bertepatan dengan konferensi KTT ke-12, MEA di tegaskan kembali dan di lakukan upaya percepatan perwujudannya. Konkretnya pada tahun 2015 MEA dideklarasikan oleh para pimpinan negara-negara ASEAN.

Pengertian MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN)

MEA adalah sebuah sistem perekonomian yang melibatkan kerja sama antar Negara-Negara ASEAN. Sistem ini mengakibatkan adanya pola perdagangan lebih bebas di antara negara-negara tersebut. Dalam bahasa lain, MEA banyak dijumpai dengan istilah AEC (ASEAN Economy Community).

MEA sendiri terbentuk dengan tujuan sebagai upaya dalam membantu pertumbuhan perekonomian negara ASEAN. Sehingga setiap negara ASEAN yang ada mampu memiliki perekonomian yang stabil, makmur, dan juga berdaya saing. Agar dapat lebih mengenal apa itu MEA, berikut ini ciri-ciri dan dampak dari MEA itu sendiri.

Ciri-Ciri, dan Dampak MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) :

MEA sendiri digulirkan dengan tujuan untuk membantu negara-negara yang memiliki perekonomian yang belum stabil. Selain itu, tujuan MEA adalah untuk meningkatkan pembangunan infrastruktur, serta meningkatkan pemberdayaan manusia. Masyarakat ekonomi ASEAN juga memiliki beberapa ciri-ciri, yaitu sebagai berikut.

  • Memiliki kawasan perekonomian yang kompetitif, sehingga dapat menumbuhkan daya saing ekonomi setiap negara.
  • Memiliki kawasan pembangunan perekonomian merata
  • Semua negara ASEAN akan terintegrasi dalam sebuah pasar Global

Di samping memiliki ciri-ciri sebagaimana dikemukakan di atas, MEA (masyarakat ekonomi ASEAN) juga memiliki dampak (Positif dan Negatif). Dampak positif dari MEA adalah mampu membuka peluang lapangan kerja yang lebih besar, sehingga akan banyak tenaga kerja yang di butuhkan. Dengan kata lain, hal ini juga akan membantu mengurangi angka pengangguran. Kemudian MEA juga mampu menumbuhkan daya saing masing-masing Negara ASEAN dalam bidang perekonomian.

Dampak Positif dan Negatif MEA :

Selain memberikan dampak positif, MEA juga menimbulkan dampak negatif. Mengingat MEA adalah sebuah sistem perekonomian yang memungkinkan terjadinya perdagangan bebas, maka MEA dapat membuat produk tertentu kalah saing. Dalam setiap perdagangan yang terjadi, tentunya kualitas produk menjadi tolak ukur yang vital. Produk yang berkualitas akan mampu survive, sementara produk yang tidak berkualitas akan semakin ketinggalan.

Dampak negatif MEA lainnya adalah kalah saingnya tenaga kerja Indonesia dengan tenaga kerja asing. MEA mengakibatkan terjadinya perekrutan tenaga kerja asing oleh berbagai perusahaan yang ada di Indonesia. Hal ini dapat menyebabkan tenaga kerja lokal (Indonesia) tidak mendapat tempat di perusahaan-perusahaan yang ada. Pada hal jika mereka (Tenaga Kerja Indonesia) di berikan ruangan untuk berkarya, bukan tidak mungkin mereka memiliki kualitas kerja yang lebih dari tenaga kerja asing tersebut.

Terlepas dari itu semua, MEA (masyarakat ekonomi ASEAN) tidaklah menjadi suatu hal yang harus di takutkan. Akan tetapi jadikanlah MEA sebagai tantangan untuk lebih memperbaiki diri. Sebab pada era MEA tersebut, Anda tidak lagi bersaing dengan teman dengan negara yang sama, namun akan berkompetisi dengan teman-teman dari berbagai negara ASEAN. Tentunya jika memiliki skill dan kualitas yang mumpuni, maka Anda akan mampu memenangkan kompetisi tersebut.

Namun jika tidak, maka Anda akan tersisih oleh SDM luar negeri yang professional. Demikian beberapa informasi seputar Pengertian MEA, dan ciri-cirinya. Semoga informasi tadi dapat menambahkan khazanah keilmuan Anda, khususnya tentang MEA.