Pengertian, Jenis, dan Pengaruh Gaya Kepemimpinan Pada Karyawan

  • 2 min read
  • Mei 26, 2019

Gaya kepemimpinan – merupakan sebuah sifat yang dimiliki oleh setiap pemimpin. Gaya tersebut menjadikannya sebagai pembeda dari pemimpin lainnya. Gaya yang dimiliki tiap pemimpin tentunya bisa berpengaruh teradap sekitar, entah itu karyawan ataupun lingkungan kerjanya. pengaruh gaya kepemimpinan yang baik akan menghasilkan kualitas yang baik pula. Begitu juga sebaliknya. Untuk mengetahui secara mendetail mengenai gaya dalam memimpin serta pengaruhnya terhadap sekitar, maka simaklah ulasannya di bawah ini.

Pengertian Gaya Kepemimpinan Menurut Para Ahli

Gaya kepemimpinan adalah kemampuan seseorang dalam mempengaruhi orang lain (bawahan / kelompok) untuk patuh terhadapnya. Gaya kepempinan bisa diartikan juga sebagai keahlian khusus pada seseorang untuk mengajak orang lain bekerjasama sesuai dengan apa yang diinginkannya. Gaya kepemimpinan ini tentunya berbeda beda bagi setiap individu.  Terdapat beberapa pengertian gaya kepemimpinan yang dikemukakan oleh para ahli.

Salah satu gaya kepemimpinan menurut para ahli adalah dikemukakan oleh Kartini Kartono pada tahun 2008. Ia menyebutkan bahwa gaya kepemimpinan merupakan setiap hal dalam diri seseorang, termasuk di dalamnya sifat, kebiasaan, watak, maupun kepribadian yang membedakannya dengan orang lain. Gaya tersebut tentu saja berpengaruh ketika ia berhubungan dengan orang lain. Pengaruh gaya kepemimpinan tersebut akan menjadi keuntungan jika jenis kepemimpinan yang disebarkan berisi dengan ajaran yang baik.

Dalam semua manajemen organisasi baik itu kecil maupun besar pastilah memiliki seorang pemimpin. Pemimpin tersebut bertugas untuk memimpin seluruh lapisan organisasi dan bertanggung jawab terhadap apa yang ia pimpin. Dalam setiap tugasnya, pemimpin ternyata memiliki gaya tersendiri yang tidak bisa disamakan dengan pemimpin lainnya. Gaya kepemimpinan tersebut akan melekat dan menjadi image bagi mereka.

Macam Macam Gaya Kepemimpinan

Terdapat setidaknya 6 jenis gaya dalam memimpin. Macam-macam gaya kepemimpinan tersebut antara lain gaya otokratis, gaya demokratis, gaya transformasional, gaya situasional, gaya karismatik, gaya transaksional, serta gaya delegatif. Namun diantara enam gaya tersebut, gaya demokratislah yang paling terkenal. Kepopulerannya terjadi karena pengaruh gaya kepemimpinannya yang dirasa membuat nyaman semua pihak.

Gaya kepemimpinan demokratis memiliki model saling menghargai semua pihak. Semua orang harus terlibat dalam pengambilan keputusan, baik yang penting maupun yang tidak. Pemimpin tersebut akan menghargai keputusan setiap kalangan. Ia akan berpikir jika semua orang berhak bersuara dan menyampaikan aspirasinya.

Jadi kontribusi pada perusahaan akan lebih terlihat. Mereka akan terbuka dan sabar dalam memberikan penjelasan serta pengarahan pada juniornya. Ia akan membimbing tanpa paksaan dan tekanan, sehingga anggota yang berada di bawahnya tidak merasa terbebani. Dengan begitu maka pengaruh gaya kepemimpinan terhadap kinerja karyawan akan lebih terlihat di gaya yang satu ini.

Sedangkan model lain yang tidak disukai banyak karyawan adalah gaya kepemimpinan otoriter. Pemimpin yang memiliki sifat atau gaya otoriter akan menjadi sangat dominan terhadap bawahannya. Ia akan mengambil segala jenis keputusan maupun pengaturan tanpa melibatkan pendapat orang lain. Ia benar-benar sadar akan keberadaannya dan tidak memberikan celah pada orang lain agar bisa menjadi sepertinya.

Gaya komunikasinya merupakan satu arah. Jadi setiap anggotanya wajib mematuhi apa yang ia mau. Banyak karyawan yang tidak menyukai memiliki pemimpin dengan gaya seperti ini. Mereka biasanya akan mudah tertekan dan bisa berpengaruh buruk pada hasil pekerjaannya.

Demikian sekilas informasi mengenai gaya kepemimpinan beserta pengaruh gaya kepemimpinan pada karyawan. Sebenarnya setiap orang bebas menerapkan model kepemimpinan apa saja yang dirasa nyaman. Namun alangkah baiknya jika kita tidak hanya mementingkan diri sendiri dan mengabaikan pendapat orang lain. Lakukan komunikasi dua arah agar semua pihak bisa merasa nyaman. Dengan begitu maka kinerja karyawan akan semakin baik dan bisa memajukan perusahaan yang Anda pimpin.