Pengertian Cerita Fiksi Dan Non Fiksi Beserta Struktur , Jenis Dan Unsurnya

  • 2 min read
  • Mei 26, 2019

Pengertian Cerita Fiksi dan Non Fiksi – Buku adalah jendela untuk melihat dunia secara lebih luas. Tak heran jika banyak orang suka sekali dengan hobi membaca buku. Dalam hobi ini, tentunya maknanya meluas sekali karena ada yang hobi membaca buku pengetahuan, informasi, novel, hingga karangan lainnya, termasuk juga cerita fiksi dan non fiksi.

Pengertian Cerita Fiksi :

Mengenal pengertian cerita fiksi dan non fiksi beserta struktur , jenis dan unsurnya. Cerita fiksi adalah suatu karya sastra dengan isi berbagai macam cerita rekaan atau didasari dengan fantasi atau angan-angan dan bukan didasarkan atas kejadian nyata. Dari pengertian cerita fiksi tersebut bisa dipahami jika cerita jenis fiksi adalah didasarkan dari imajinasi pengarangnya saja.

Struktur Cerita Fiksi :

Melihat pengertian cerita fiksi, maka struktur yang ada di cerita jenis fiksi berisi abstrak yang merupakan inti cerita, orientasi sehingga bisa mengenalkan tema dan tokoh, serta komplikasi yang berisi klimaks dari teks ceritanya. Selain itu ada juga evaluasi untuk memecahkan masalah, resolusi yang merupakan inti dalam pemecahan masalah serta koda untuk menjelaskan pesan moralnya.

Setelah tahu tentang pengertian cerita fiksi, maka Anda juga harus tahu dengan jenis cerita bentuk fiksi, yaitu.

Jenis Cerita Fiksi :

  • Novel, yakni karya fiksi prosa yang naratif dan juga tertulis.
  • Cerpen, yakni bentuk prosa naratif fiktif dan cenderung padat yang langsung ke tujuannya.
  • Roman, merupakan karya sastra yang terdiri dari prosa atau gancaran. Isi roman biasanya menggambarkan perbuatan pelakunya menurut isi jiwa dan watak masing masing. Umumnya roman berisi tentang kisah percintaan

Agar Anda tidak salah dalam membedakan cerita non fiksi dan fiksi, maka Anda pun harus tahu dengan ciri ciri cerita fiksi, yaitu.

Ciri Ciri Cerita Fiksi :

  • Sifatnya adalah rekaan atau cenderung mewujudkan imajinasi dari pengarangnya.
  • Dalam cerita fiksi ada kebenaran yang relatif dan tidak mutlak.
  • Fiksi umumnya memakai bahasa dengan sifat konotatif dan bukan sebenarnya.
  • Cerita fiksi tidak ada sistematika baku di dalamnya.
  • Karya fiksi umumnya menyasar pada emosi dan perasaan dari pembaca, bukan pada logikanya.

Cerita fiksi juga memiliki unsur yang membangunnya, diantaranya adalah.

Unsur Unsur Cerita Fiksi :

  • Tema, yakni gagasan dasar yang umum dalam sebuah karya yang terkandung di dalamnya.
  • Tokoh, yakni pelaku yang ada di karya sastra tersebut.
  • Alur, yakni urutan kejadian yang ada di dalam cerita.
  • Konflik, yakni kejadian penting yang ada di dalam cerita.
  • Klimaks, yakni konflik sudah mencapai tingkat intensitas tinggi dan merupakan suatu kejadian tidak dapat dihindari.
  • Latar, yakni tempat, lingkungan dan waktu terjadi peristiwa yang diceritakan.
  • Amanat, yakni pemecahan solusi dari sang pengarang atas persoalan.
  • Sudut pandang, yakni cara memandang si pengarang untuk bisa menyajikan tokoh pada tindakan latar dan peristiwanya.
  • Penokohan, yakni cara pengarang dalam menampilkan tokoh.
  • Kesatuan.
  • Logika.
  • Penafsiran.
  • Gaya.

Pengertian Cerita Non Fiksi

Selain mengenal seluk beluk dunia fiksi, Anda pun harus tahu tentang cerita non fiksi. Cerita non fiksi adalah suatu tulisan yang isinya bukan merupakan imajinasi ataupun rekaan penulisnya. Bisa dibilang jika tulisan non fiksi merupakan karya seni yang sifatnya berdasarkan fakta dan kenyataan dimana ada kebenaran di dalamnya.

Jika dilihat dari pengertiannya saja, maka pengertian cerita fiksi dan pengertian cerita non fiksi tentu amat berbeda sekali. Teks fiksi adalah hanya berupa imajinasi dan fantasi semata, sedangkan non fiksi adalah berdasarkan kenyataan yang ada.

Cerita non fiksi memiliki unsur bahasa yang umumnya baku dalam penggunaannya. Tapi teks fiksi biasanya menggunakan unsur kebahasaan berupa perumpamaan seperti metafora, metonimia, hingga simile yang bersifat eksplisit dalam menyatakan suatu hal tertentu. Itulah sekilas penjelasan terkait cerita fiksi dan non fiksi. Tentu dari penjelasan singkat tersebut, kini Anda bisa lebih mudah dalam membedakannya bukan?

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *