Pengertian Bioteknologi Modern dan Konvensional Beserta Contohnya

  • 2 min read
  • Mei 26, 2019

Bioteknologi Modern dan Konvensional – Seperti yang kita ketahui bersama, pengertian Bioteknologi adalah sebuah cabang ilmu pengetahuan yang menggunakan dan melibatkan makhluk hidup dalam proses produksi barang ataupun jasa. Makhluk hidup yang digunakan dalam bioteknologi bisa merupakan organisme ataupun produk dari organisme tersebut. Organisme yang digunakan pun bisa bermacam-macam, dari yang berukuran besar seperti hewan ataupun tumbuhan, hingga mikroorganisme seperti jamur, bakteri, ataupun virus.

Jasa bioteknologi sangatlah besar bagi peradaban manusia karena menyediakan berbagai barang dan jasa yang bermanfaat bagi manusia dari mulai era bioteknologi konvensional. Saat ini bioteknologi telah berkembang hingga era bioteknologi modern yang menggunakan teknologi tinggi untuk menghasilkan barang dan jasa yang lebih canggih, beragam, dan bermanfaat.

Pengertian, Perbedaan, dan Contoh Bioteknologi Konvensional dan Modern

Bioteknologi dapat dibagi menjadi dua jenis, yakni konvensional dan modern. Masing-masing memiliki karakteristiknya tersendiri, perbedaannya dapat dilihat dari teknologi yang digunakan serta produk yang dihasilkan. Berikut adalah pengertian bioteknologi, perbedaan, serta contoh dari kedua jenis bioteknologi tersebut.

Bioteknologi konvensional adalah jenis penerapan bioteknologi yang masih menggunakan metode-metode tradisional dalam prosesnya, sehingga disebut juga sebagai bioteknologi tradisional. Teknologi tersebut masih terbatas dalam skala kecil dan teknologi yang masih sederhana. Jenis bioteknologi ini telah digunakan sejak awal perkembangan bioteknologi, seperti misalnya fermentasi skala kecil dengan proses yang sederhana. Produk dari jenis bioteknologi ini pun masih sederhana, seperti produk pangan berupa tempe atau tahu, yang hanya melibatkan proses fermentasi dan mikroorganisme kapang yang sederhana.

Bioteknologi modern bisa dibilang adalah perkembangan dari bioteknologi tradisional atau konvensional. Hal tersebut karena secara prinsip, teknologi yang digunakan serta produk yang dihasilkan lebih canggih dan maju dibandingkan bioteknologi yang masih tradisional atau konvensional. Selain menggunakan teknologi yang maju dan canggih, biasanya dalam bioteknologi ini juga lingkungan kerja ataupun proses bersifat bersih dan steril, karena sedikit kontaminan mikroorganisme bisa mempengaruhi hasil.

Jenis bioteknologi ini menggunakan teknologi yang lebih maju, misalkan rekayasa genetik, organisme transgenik, dan lain sebagainya, yang bermain pada tingkat susunan genetik sebuah organisme. Produk yang dihasilkan pun sifatnya lebih seragam, lebih baik, dan kuantitasnya lebih banyak. Sehingga secara umum, perbedaan kedua jenis bioteknologi tersebut adalah dari segi teknologi yang digunakan, yang juga berefek kepada produk yang dihasilkan.

Untuk menambah pemahaman mengenai bioteknologi, akan diberikan beberapa contoh dari bioteknologi. Salah satu produk dari bioteknologi adalah salmon transgenik. Salmon yang dihasilkan melalui proses rekayasa genetik ini memiliki hormon pertumbuhan yang berlebih, sehingga mampu tumbuh sangat pesat dalam waktu yang singkat. Contoh lainnya adalah pada bidang medis, yakni pembuatan vaksin yang melibatkan virus dalam proses pembuatannya.

Contoh bioteknologi lainnya adalah pada bidang energi, seperti pembuatan biogas dari kotoran ternak. Kotoran ternak yang telah dikumpulkan kemudian difermentasikan dengan menggunakan bakteri sehingga menghasilkan gas yang bisa menggantikan gas LPG untuk memasak. Hasil sampingnya yang berupa sludge pun bisa dimanfaatkan sebagai pupuk untuk tanaman. Bahkan dalam bidang pertambangan, manipulasi mikroorganisme pun berperan dalam proses pelindian minyak dan mineral yang keluar dari dalam bumi.

Berikut adalah pengertian, perbedaan, dan contoh dari bioteknologi konvensional dan bioteknologi modern dalam kehidupan sehari-hari. Bioteknologi memang memiliki banyak manfaat bagi kehidupan manusia. Namun, perlu diawasi juga karena memiliki banyak pertentangan dalam hal etika terutama bioteknologi modern seperti dalam hal kloning ataupun rekayasa genetik makhluk hidup.